Archive for Desember, 2011
Refleksi akhir tahun, Indonesia-Negara GATOTKACA ( GAgal TOTal Kebanyakan Alasan & Cari Aman)
Di penghujung akhir tahun 2011, kesedihan terus merundung negeri ini yang tak lekang dirundung malang. Setelah kasus ”Bakar Diri ” yang memilukan dan sangat disayangkan yang dilakukan seorang mahasiswa idealis Sondang Hutagalung, dilanjutkan dengan Kasus Mesuji dkk dan terakhir kasus penembakan brutal polisi di Sape, serta kemarahan rakyat karena tidak didengar aspirasinya yang berujung pada pembakaran di Kalimantan dan Papua serta lemahnya aparat keamanan dalam melakukan kegiatan intelejen sehingga terjadi pembakaran sebuah pondok pesantren milik kalangan Syiah di Sampang Madura.
Belum lagi kalau kita rajin membaca koran daerah, betapa banyak kasus bunuh diri yang didahului dengan membunuh keluarganya karena tidak tahan akan deraan dan himpitan ekonomi. Meski secara makro memang pertumbuhan ekonomi cukup baik, namun yang terjadi senyatanya di kalangan rakyat biasa adalah semakin sulitnya memperoleh uang untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Harga sembako yang semakin merangkak naik, biaya pendidikan dan kesehatan yang tinggi terus mencekik dan membuat banyak rakyat menjadi tersengal dan sesak napas dalam melanjutkan kehidupannya yang biasa saja. Tidak terlalu muluk-muluk, mereka rakyat biasa hanya ingin bisa terpenuhi kebutuhan dasarnya seperti pangan, sandang, papan, kesehatan dan pendidikan, selain pasti diharapkan mampu memenuhi kebutuhan sekunder seperti rekreasi, punya motor, mobil dll,
Pemerintah (eksekutip), dimana kau berada?
Kesejahteraan rakyat yang didamba dan mendasari perjuangan rakyat Indonesia untuk merdeka yang mampu menghantar Rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan untuk menjadi bangsa yang cerdas, berjaya dan sejahtera dan ikut mendukung perdamaian dunia masih jauh dari harapan kalau tidak mau dikatakan menjauh. Sebenarnya untuk tujuan tersebut negara dibentuk dan hadir untuk mewujudkan cita-cita mulia menjadi negara merdeka yang dalam hal ini dijalankan oleh pemerintah sebagai penanggung jawab dan pelayan publik yang bertanggung jawab untuk mewujudkannya.
Namun sangat disayangkan Presiden SBY sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan yang dipilih rakyat secara demokratis ternyata banyak mengecewakan rakyat yang terlanjur memilihnya karena tidak mampu secara tegas, konsisten dan berani untuk memerangi korupsi yang menyebabkan kemiskinan yang semakin mendera dan menyengsarakan rakyat. Meski diawal pemerintahannya, SBY telah berkoar-koar akan memimpin sendiri pemberantasan korupsi namun dalam kenyataannya tidak terlaksana karena lebih memilih mencari jalan aman untuk tidak jatuh dari kursi kepresidenannya alias lebih mengutamakan jabatan daripada amanah. (lagi…)
Oknum aparat keamanan pelanggar HAM berat
Oknum aparat keamanan yang diperalat kaum pemodal
Akhirnya membuat rakyat sekarat dan terus melarat
Terusir dari tanah kelahirannya sendiri yang dicintainya
Bahkan senjata api dan tajam ikut berbicara & menyalak
Penggal kepala manusia tanpa ada rasa berdosa
Tembak jarak dekat sampai menembus raga rakyat
Apakah sudah saatnya rakyat bergerak bersama
Melakukan perlawanan terhadap oknum aparat
yang salah menggunakan kekuasaan yang dipercayakan
untuk menunjukkan bahwa kedaulatan masih tetap ada ditangan rakyat
NB; teriring doa, semoga rakyat yang menjadi korban diterima disisiNYA
Masihkah “TUAN” Tuli dan MAti nUrani ?
Sondang Sempat Dibantu Pernapasan, tetapi…
Sondang Hutagalung (22), aktivis mahasiswa yang melakukan aksi bakar diri di depan Istana Negara, Rabu (7/12/2011), akhirnya mengembuskan napas terakhir di ICU Unit Pelayanan Terpadu Luka Bakar RSCM, Sabtu (10/12/2011) pukul 17.45. Berita duka tersebut disampaikan Direktur RSCM Prof Dr Akmal Taher lewat sambungan telepon.
(kompas.com)
Ikut berduka cita atas meninggalnya Sodang Hutagalung
Kembali korban tidak langsung ulah para koruptor berjatuhan
Bakar diri yang tragis sekaligus memilukan akhirnya terjadi
Meski sangat disayangkan karena korban adalah harapan negeri ini
Namun lebih disayangkan respon dari pemerintah kita
Yang lamban bertindak melakukan perubahan melawan korupsi
Apakah memang negeri ini telah dikuasai para mafia koruptor
Disegala lini kehidupan ? (Eksekutip,Legislatip YudikatiP)
Berita mengejutkan yang terasa menyengat dan menyayat
Ah seandainya TUAN tidak lebih mengutamakan PENCITRAAN
Tetapi lebih memaknai jabatan sebagai AMANAH TUHAN
Pasti tak perlu lagi banyak korban mati sia-sia
NB ; teriring doa dan selamat jalan untuk Sondang Hutagalung
Suara DPR, suara kejujuran ?
Semakin terbukti apa yang dikuatirkan oleh rakyat
Bahwa sebagian besar anggota DPR kita
Bukan mewakili aspirasi rakyat kebanyakan
Tapi hanya alat memuaskan nafsu syahwat berkuasa
Dan memperkaya diri melalui cara legal- konstitusional
Selamat memperingati Hari ANti Korupsi
Dinegeri yang penuh sesak dengan korupsi
Bahkan para koruptor-pun masih terus dibela dan dihargai
Oleh yang mengaku wakil rakyat yang katanya terhormat
Dan oleh para pengacara hitam yang mengais rejeki dari hasil korupsi
Perang-perangan terhadap korupsi
Semakin tidak lucu dan menggelikan
Saatnya rakyat menggugat penguasa
Yang hanya beretorika dan berwacana saja
Jadi ingat lirik dari sebuah lagu
“Menanti kejujuran hanya di angan-angan”
Tanda-tanda jaman yang semakin aneh di negeri aneh
Semakin banyak Rumah Sakit milik pemerintah yang berhutang
Akibatnya banyak pasien miskin yang malang semakin merana
Sementara banyak pejabat publik yang tenang-tenang saja
Tidak mau melihat betapa besar dampak hutang RSUD
Yang berakibat mengorbankan rakyat miskin yang mau berobat
Selain bunuh diri yang makin marak di bangunan tinggi
Dan ada pula yang membakar diri di depan istana
Tapi para elit politik justru hanya bersilat lidah atau berdiam diri
Dan hanya berkomentar tanpa tindakan nyata
Bahkan sebagian tega menyalahkan korban bakar diri
Negeri ini semakin aneh
Para pejabat saling mengumpat & menghina di media massa
Dan anehnya ditonton oleh rakyat yang hanya bisa mengelus dada
Mau kemana negeri ini akan berjalan?
Aneh, aneh dan semakin aneh bin ajaib,
Semoga keajaiban masih ada di negeri ini
Komentar Terakhir