Paradigma baru kepemimpinan dalam gaya Jokowi-Ahok (JA)

Desember 2, 2012 at 8:23 am 1 komentar

Perjalanan kepemimpinan “Jakarta Baru” telah memasuki hari ke 42 yang ditunjukkan dengan sepak terjang JA dalam menata Jakarta baik di bidang birokrasi maupun dalam perbaikan & penataan layanan publik kepada warga Jakarta.

Pembelajaran apa yang dapat dipetik dari kepemimpinan dan cara kerja JA untuk para pejabat di Indonesia.

Kalau kita mau cermati, banyak hal dan terobosan baru telah dilakukan yang merupakan paradigma baru dari JA dalam memimpin Jakarta serta bagaimana JA melihat jabatan yang diembannya sebagai sebuah pelayanan yang harus prima bagi warga DKI.

Masih terngiang setelah pelatikannya Jokowi dengan sangat yakin dan tegas mengatakan dirinya adalah pelayan untuk warga DKI dan tak akan pernah kenal lelah berjalan dari kampung ke kampung untuk meningkatkan pelayanannya dalam mensejahterakan warga DKI.

Mari kita mulai cermati dari gaya pendekatan JA kepada warga (publik) yang dilayaninya, terlihat JA telah membuang semua sekat yang dipelihara oleh kebanyakan para pemimpin saat ini dimana pemimpin dimaknai sebagai seorang  pejabat yang harus dihormati, sebagai pembesar yang harus dapat berbagai keistimewaan seperti pengawalan dalam setiap perjalanannya, disambut dengan upacara dan kerumunan orang, disiapkan makanan yang enak, dan yang lebih sering ditonjolkan adalah pemimpin merupakan seseorang yang tidak mudah ditemui dan harus melalui birokrasi yang panjang, tidak gampang berbicara dengan rakyatnya  dan bak dewa yang turun ke bumi yang harus diperlakukan secara istimewa. Namun kalau kita lihat gaya JA, maka terlihat semua sekat telah dihancurkan dengan gaya blusukan Jokowi yang mau membaur dan secara tiba tiba hadir ditengah rakyat yang dilayaninya dan juga terlihat dalam video di Youtube dimana dengan gaya koboinya Ahok telah menunjukkan kepada kita bahwa birokrasi harus melayani, harus hemat/efisien, efektip , jujur, transparan, dan harus dapat dipertanggungjawabkan dalam penggunaan dana APBD karena dana tersebut harus dipergunakan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan warga DKI. Keberanian JA dalam membuka ke publik proses layanan Pemda DKI melalui internet telah membuka mata rakyat betapa kurang profesionalnya para Kadis dan jajarannya dalam mengelola program layanannya, termasuk dalam menyusun anggaran dan penggunaannya. Ahok dengan berani dan lugas telah mengobrak abrik kenyamanan dan keamanan para PNS yang sebelumnya hanya bekerja seadanya dan asal asalan berubah menjadi PNS yang professional yang dapat dibanggakan karena telah melayani warga DKI dengan penuh kesungguhan dan dengan hati. Kita lihat pembagian kartu Jakarta SEHAT dan Jakarta PINTAR telah menunjukkan keseriusan dan komitmen JA dalam mewujudkan janji janji kampanyenya hanya dalam hitungan kurang dari 2 (dua) bulan

Pembedaaan lain dalam kepemimpinan JA adalah bagaimana membangun hubungan yang harmonis dengan para-pihak  (stakeholder) mulai dari kalangan ulama, kalangan birokrasi di tingkat kementerian, bertemu dengan gubernur lainnya, menjalin kerja sama dengan KPK untuk menjadikan DKI bersih dari KKN, menjalin kemitraan dengan BUMN untuk mengerjakan proyek besar demi menanggulangi kemacetan lalu lintas  dan banjir dll telah menunjukkan kualitas kepemimpina JA yang mampu bekerja dalan team kerja bagaikan sebuah pertunjukkan kolosal sebuah orkes simphoni. Terlihat JA tidak mau hanya bekerja sendiri dalam sunyi, namun terus menggandeng semua pihak termasuk mengajak rakyatnya untuk bergandengan tangan membangun Jakarta Baru. Keterbukaan kepada pihak luar dan para-pihak jelas membutuhkan sikap yang rendah hati, tidak mau menang sendiri dan yang sikap paling berat namun sekaligus hebat yang telah ditunjukkan JA adalah keterbukaan yang didasari sikap jujur, mau melayani dan keinginan memberikan yang terbaik untuk warga DKI yang dilayaninya, bukan seperti kebanyakan pejabat kita yang cenderung tertutup, arogan, suka pat-gulipat dan terus memperkaya diri sendiri dengan jalan pintas. Terobosan baru terus dilakukan demi meningkatkan kuantitas dan kualitas layanan Pemda DKI, seperti memasang cctv di kantor-kantor pemerintah DKI, menggunakan system online untuk pembayaran pajak, meminta BNN memeriksa PNS dilingkungan DKI dengan tes urine secara mendadak dll menunjukkan betapa serius dan  tidak main main JA dalam membenahi manajemen birokrasi di dalam internal DKI dan ini merupakan keberanian luar biasa ditengah kebobrokan yang telah berjalan sekian lama.

JA telah menerapkan prinsip manajemen modern dengan mengedepankan asas transparan dan akuntabilitas di lingkungan Pemda DKI,memanfaatkan IT(tehnologi informasi) misal dengan penerapan pembayaran pajak secara online, menerapkan prinsip manajemen  “ the right people in the right place” dengan menempatkan PNS sesuai dengan kompetensinya yang tidak berbau nepotisme, melibatkan PNS muda yang cerdas dan jujur sebagai startegi kaderisasi untuk memenuhi kebutuhan SDM kedepan demi layanan yang prima bagi warga DKI. Pembenahan manajemen secara internal secara terus menerus jelas akan meningkatkan kepercayaan warga DKI sebagai pelanggan (customer) Pemda DKI dan dengan semakin meningkatnya kepercayaan warga DKI maka akan memudahkan JA untuk melibatkan warga dalam berbagai programnya sehingga partisipasi warga dengan sendirinya akan meningkat. Permintaan Jokowi kepada para Lurah, Camat dan Walikota terkait pelayanan kepada masyarakat mengikuti standar di bank yang harus senyum,cepat dan interior yang tertata rapi dan apik jauh dari kesan kumuh, dan judes jelas menunjukkan cara pandang JA dalam menempatkan warga DKI sebagai pelanggan (customer) yang harus mendapat layanan sebaik-baiknya.

Kedekatan JA yang tanpa sekat memudahkan dalam berkomunikasi sehingga informasi yang didapat bukan informasi sampah yang penuh ABS tetapi informasi yang benar benar sahih dan benar sesuai realitas karena diperoleh dari turun langsung di lapangan. Cara kerja Jokowi yang mau turun langsung ke bawah sungguh dirindukan oleh warga terutama di daerah marginal yang selama ini merasa tidak dipedulikan dan tidak pernah disapa. Sapaan JA dengan senyuman yang khas, keberaniannya untuk tampil apa adanya tanpa basa basi sungguh menyentuh hati warga sehingga tidak heran jika dalam setiap kedatangannya selalu ditunggu dan dielu-elukan warga. Hal ini bukan sebentuk kultus individu namun bagaikan orang dahaga ditengah padang pasir, warga DKI telah menemukan sosok pemimpin yang dirindukan dalam diri JA yang berani keluar dari kebiasaan lama, meminjam istilah umum “out of the box”, yang dengan kesederhanaan dan kerendahan hati telah mampu merebut hati warga DKI yang menginginkan perubahan Jakarta ke arah yang lebih baik

Yang menarik, meski JA telah menunjukkan kualitas kepemimpinan yang merakyat, namun anehnya justru belum banyak pejabat lain di negeri ini yang mau mengikuti jejak JA.

Kepemimpinan yang mengayomi, tegas, satunya kata dan perbuatan, transparan, dengan akuntabilitas yang tinggi dari JA seharusnya mampu menginspirasi para pemimpin negeri ini untuk melakukan hal yang sama. Atau jangan jangan ada rasa malu dan tidak mau mengakui kelemahan diri dari para pejabat di republik ini untuk mengikuti jejak JA karena dianggap hanya mengekor saja sehingga menurunkan harga diri mereka ?

Rakyat saat ini sudah semakin pintar membedakan mana yang emas dan mana yang imitasi, sehingga saatnya bagi para pemimpin negeri ini untuk merubah paradigma kepemimpinan dari pejabat yang merasa sebagai penguasa berganti menjadi seorang pelayan yang baik ,rendah hati, suka menolong dan tidak memperkaya diri sendiri , apalagi melalui jalan pintas korupsi. Atau para pejabat lainnya masih harus terus menunggu sampai kemarahan rakyat memuncak dalam bentuk revolusi sosial dan semuanya menjadi terlambat ?

Entry filed under: Sosial Kepemimpinan. Tags: .

Kita butuh pemimpin yang melayani atau yang hanya mau dilayani ? Litani kondisi perpolitikan negeri tercinta

1 Komentar Add your own

  • 1. Agung  |  Agustus 18, 2013 pukul 2:39 am

    Aq rindu pemimpin seperti bang jokowi dan koh ahok,ilop u poreper pak.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Desember 2012
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Tamu Adikarsa

  • 32,701 pengunjung

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: