“Meracuni Anak” sejak dini, mengapa dibiarkan ?

Juli 8, 2009 at 3:38 am Tinggalkan komentar

Anak dalam Pasal 1 Hak-hak anak didefinisikan  “seorang anak adalah setiap orang yang berusia di bawah 18 tahun kecuali dibawah undang undang yang berlaku bagi anak, usia dewasa dicapai lebih awal”  merupakan harapan masa depan bangsa. Dalam diri anaklah  kelak perjalanan sebuah bangsa ditentukan dan ditorehkan dalam sejarah sebuah bangsa. 

Setiap ANAK  mempunyai hak yang meliputi Hak hidup, Tumbuh kembang, Partisipasi dan Perlindungan . Anak mempunyai hak untuk terlindung dari segala bentuk kekerasan baik fisik maupun mental/psikis, terlindungi dari segala penyalahgunaan dan pembiaran lainnya.

Seperti halnya di negara maju, Anak Indonesia mempunyai hak yang sama untuk memperoleh layanan publik yang berkualitas seperti asupan gizi yang berimbang dan sehat, memperoleh layanan kesehatan yang prima, memperoleh pendidikan yang berkualitas dan murah (syukur gratis seperti yang diiklankan TV untuk pendidikan sembilan tahun), hak untuk tumbuh dan berkembang secara maksimal dalam suasana yang nyaman dan mendukung pengembangan bakat dan minatnya.

 

Wajah kekerasan anak dalam kehidupan nyata

 

Hari  Anak sedunia yang selalu rutin tiap tahun diperingati setiap 23 Juli, namun seolah hanya terjebak dalam rutinitas perayaan yang lebih cenderung seremonial dan sesaat. Hal ini terlihat dari masih banyaknya tindak kekerasan terhadap anak seperti yang sering ditayangkan  media elektronik.

Belum lama ini sebuah media TV menayangkan tentang kesadisan dan begitu teganya seorang ayah kandung yang karena kesal dengan istrinya lalu membopong/menggedong anaknya yang masih balita yang bernama TEGAR dan dibaringkan di rel kereta api di pagi buta dengan maksud untuk melindaskan anaknya pada kereta yang melintas. Beruntung nyawa anak tertolong meski harus kehilangan salah satu kakinya karena harus diamputasi dan hebatnya sianak tetap tegar sesuai dengan nama yang disandangnya. Inilah salah satu sisi wajah kelam dari anak Indonesia, selain anak-anak yang harus hidup dijalanan dengan pelindungan yang sangat minim kecuali “Rumah singgah”, dari berbagai premanisme jalanan dan penyakit karena polusi yang terus menerus dihirupnya.

 

Seorang bapak yang diduga dilanda depresi juga mampu melakukan tindakan sadis dengan menyiram bensin pada istrinya dan membakarnya dalam sebuah mobil pribadinya dimana sang anak juga berada didalamnya, dan beruntung sang anak dapat menyelamatkan diri  karena duduk di jok belakang.

 

Yang lebih mengerikan namun kurang dramatis  sehingga sering kurang ditayangkan media TV berupa peristiwa anak-anak yang kurang gizi, terutama yang menderita gizi buruk (Kwashiokor dan Marasmus) yang terlihat sangat memprihatinkan dan membuat pilu dihati. Begitu banyak anak balita yang mati sia-sia karena gizi buruk dan begitu panjang antrean dibelakangnya menuju kematian  yang terus saja berlangsung, namun kurang diminati dalam isu debat kampanye Pilpres.

 

Inilah wajah buram kegagalan atau buruknya  layanan publik yang diselenggarakan pemerintah dalam melindungi hak anak. Padahal kita tahu hanya dengan memfasilitasi dan mendorong penerapan IMD (Inisiasi Menyusu Dini) pada saat ibu-ibu yang melahirkan dan meminta IBU untuk menyusui secara eksklusip selama 6 (enam) bulan dengan ASI sudah dapat menurunkan angka kematian IBU dan ANAK. Namun sekali lagi penggunaan ASI  yang murah, aman dan penuh kasih sayang untuk mewujudkan generasi Anak Sehat,Cerdas, dan Ceria kalah gaungnya dibanding dengan industri susu formula yang gencar membangun image susu formula sebagai ramuan ajaib untuk mendapatkan  anak yang ideal  melalui iklan yang sering menyesatkan dan melanggar etika.

 

Sekolah juga masih menyisakan kekerasan baik yang dilakukan oknum guru maupun sesama siswa sehingga harus terus menerus  memperoleh perhatian. Upaya menciptakan sekolah ramah anak dan juga upaya stop buyling, harus terus diupayakan karena sekolah merupakan kawah candradimuka dalam membentuk karakter dan kepribadian anak, selain tentunya pendidikan dalam rumah tangga.Namun dialam modern terutama di kota banyak orang tua yang tidak lagi mempunyai waktu  untuk bermain dan berkomunikasi dengan anaknya sebagai wujud kasih sayangnya.

 

Narkoba, momok bagi anak dan menghancurkan bangsa

 

Narkoba telah merambah hampir seluruh lapisan masyarakat tak terkecuali ANAK.

Seringkali kita tak peduli terhadap bahaya narkoba yang mengancam eksistensi ANAK sebagai penerus bangsa.  Sangat mengerikan jika dilakukan pembiaran penggunaan narkoba pada anak hanya karena ketidakpedulian kita. Sudah saatnya kita semua yang peduli pada kelangsungan hidup bangsa Indonesia untuk bersama-sama melakukan gerakan perlawanan masif bersama BNN, GRANAT dan organisasi lainnya  terhadap pengedaran dan penggunaan NARKOBA dalam rangka melindungi eksistensi ANAK.

Sekolah diharapkan terus menerus, tidak mengenal lelah dan kendor untuk berperan dalam mengawal dan melindungi anak dari bahaya NARKOBA melalui sosialisasi dan penyadaran terus menerus akan bahaya NARKOBA.

 

Pengawet, pemanis bautan  dan pewarna dalam camilan anak, pembunuh tersembunyi

 

Mari kita cermati pembunuh yang sangat sadis tetapi tersembunyi yang terkandung dalam makanan ringan atau camilan anak-anak. Ketika bel istirahat berbunyi maka anak-anak akan berhamburan keluar dan dengan suka cita menyerbu jajanan yang dijual baik didalam maupun di luar sekolah. Yang menarik namun sekaligus mengerikan, dengan lahapnya anak-anak tanpa rasa takut menyantap dan melahap makanan yang mengandung pewarna, pemanis dan pengawet sintetis yang tidak sehat dan membahayakan bagi kesehatannya. Para penjual tidak peduli pada dampak yang ditimbulkan dari makanan tidak sehat yang dijualnya karena hanya mengejar untung untuk terus bisa bertahan dan menghidupi keluarganya. Mereka para penjaja makanan anak berperan ganda sebagai pahlawan bagi keluarga yang dinafkahinya, namun sekaligus menjadi pembunuh tersembunyi bagi anak-anak yang menjadi konsumennya.

Sayangnya dampak yang ditimbulkan dari penggunaan bahan pengawet, pewarna dan pemanis buatan yang tidak terkontrol hanya dapat dilihat dalam jangka panjang. Artinya peracunan dan pembunuhan ANAK secara tersembunyi dan perlahan terus berlangsung didepan mata kita dan belum ada upaya sistemik dan berupa  gerakan bersama untuk melawan makanan anak yang tidak sehat.

 

 

Tayangan yang tidak mendidik , penuh kekerasan dan pornografi

 

Peran media dalam kehidupan modern tidak dapat dipungkiri, dan salah satu kontribusi media terutama elektonik dalam membangun anak Indonesia yang sehat, cerdas dan ceria melalui tayangan yang mendidik serta jauh dari kekerasan dan porno aksi.

Namun tidak mudah memperoleh tayangan yang demikian, karena industri media TV sering juga terjebak dalam mencari keuntungan dan melupakan fungsi sosialnya dengan mengejar rating tayangan tanpa menjaga kualitas dan rambu-rambu etika.

Ketika ”Smack down” ditayangkan di TV  dan penuh diwarnai kekerasan, maka tak lama kemudian beberapa anak berjatuhan menjadi korban karena meniru adegan kekerasan yang ternyata dapat berujung pada kematian teman.

Ketika VCD/DVD porno bajakan gampang diperoleh karena murah dan lemahnya pengawasan aparat dan orang tua, maka banyak anak yang akhirnya terjebak menjadi pelaku kekerasan seksual melalui perkosaan dan seks bebas dan  berujung pada anak-anak perempuan menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual.

 

Rokok dikalangan ANAK

 

Semakin banyak pelajar dan anak-anak yang terjebak dalam kecanduan rokok karena mudahnya memperleh rokok dilingkungan sekolah, hebatnya promosi industri rokok melalui konser musik denga melakukan tour ke daerah, iklan yang menggambarkan seorang perokok akan menjadi manusia hero dan kelihatan macho dan penyesatan lainnya.

Meski telah ada peringatan dari pemerintah dalam setiap bungkus rokok dimana diterangkan akan bahaya dan dampak negatip dari merokok terhadap kesehatan perokok, namun semuanya solah-olah  sia-sia dan terkalahkan dengan nikmat yang disajikan rokok.

Merokok di kalangan anak tidak saja merugikan ditinjau dari sisi kesehatan tetapi juga membebani secara ekonomi karena anak lebih suka membelanjakan uangnya untuk membeli rokok daripada membeli buku yang mampu mencerdaskan dan mencerahkan.

Belum lagi sumbangan asap rokok terhadap polusi dan pemanasan global.

Merokok juga menjadi titik masuk bagi penyebaran penggunaan narkoba, HIV/AIDS dan pergaulan bebas lainnya.

 

Childs traficking (perdagangan anak)

 

Saat ini kita sebagai orang tua dan bagian masyarakat harus semakin sadar dan peduli terhadap perlindungan anak dari perdagangan melalui pencegahan dan pengawasan.

Sudah banyak anak dibawah umur yang terjebak dalam perdagangan anak karena iming-iming memperoleh pekerjaan dengan bayaran tinggi namun jsutru yang diperoleh masuk dalam kubangan kelam dunia pelacuran anak dan phaedofilia.

Sudah saatnya dibangun sistem perlindungan anak sejak ditingkat desa yang melibatkan semua pihak dan tokoh budaya agar anak-anak desa tidak  mudah masuk dalam perangkap mafia perdangangan anak, serta kerja keras pihak kepolisian dalam mencegah perdagangan anak melalui jalur hukum.

 

Solusi untuk perlindungan anak

 

Untuk mengatasi permasalahan di atas dan dalam rangka melaksanakan  perlindungan anak, maka ada beberapa tawaran yang dapat dijadikan gerakan bersama antara lain ;

 

  • Peningkatan iman dan ketaqwaan kepada Tuhan YME sebagai kekuatan dan rambu moral dalam kehidupan anak
  • Sosialisasi secara reguler dan terus menerus akan bahaya narkoba, pronografi, bahan pengawet, pemanis bautan dan pewarna yang meracuni anak, kewaspadaan akan bahaya perdagangan anak dll.
  • Badan POM dan jajarannya bekerja sama secara lintas sektoral terus menerus melakukan razia makanan yang dikonsumsi anak di semua outlet.
  • Jajaran penegak hukum harus memberi sanksi hukum yang tegas dan berat terhadap semua pelaku pelanggaran hukum yang menimpa anak yang setimpal dengan kerusakan yang dialami ANAK, terutama membasmi pembuat dan pengedar narkoba dikalangan anak.
  • Para orang tua terus menerus diingatkan dan disadarkan untuk terus mengawasi dan memberikan kasih sayang sehingga anak terhindar dari segala bahaya. Jangan membiarkan anak sendirian dan tanpa pengawasan atau dalam kondisi yang membahayakan jiwa dan fisik anak.
  • Ciptakan lingkungan ramah anak baik melalui program Kota Ramah ANAK maupun Sekolah Ramah ANAK.
  • Perlu membangun ”Taman Permainan dan Edukasi ANAK” yang dilengkapi dengan perlengkapan outbound sebagai sarana bermain, tumbuh kembang anak, museum budaya, perpustakaan, sanggar anak, daerah bebas akses internet (hotspot) yang telah terproteksi dari situs porno dll.
  • Pendidikan bebas KKN yang dapat dimasukkan dalam kurikulum untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa yang jujur, adil, dan bermartabat.

 

Hidup ANAK Indonesia, jangan biarkan ANAK sebagai Tunas Bangsa layu sebelum berkembang. Biarkan mereka tumbuh dan berkembang sesuai minat dan bakat menjadi pribadi yang punya integritas tinggi, cerdas, profesional, bebas KKN dan menjadi diharapkan dapat mempersiapkan diri kedepan menjadi pemimpin sejati yang melayani dan mampu mengentaskan bangsa Indonesia dari keterpurukan dan menjadikan bangsa Indonesia yang  mandiri, bermartabat dan dihormati bangsa lain dalam percaturan dunia.

 

YBT. Suryo Kusumo

Pendamping masyarakat berfokus pada anak dan keluarga

 

tony.suryokusumo@gmail.com

www.adikarsa.blogspot.com

https://adikarsa.wordpress.com

 

 

 

Entry filed under: Dunia ANAK sehat,cerdas,ceria. Tags: .

Unit Transfusi Darah PMI di NTT, dicibir namun sekaligus didamba ? Hak Anak atas lingkungan kehidupan yang sehat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Juli 2009
S S R K J S M
« Mei   Agu »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Tamu Adikarsa

  • 49,101 pengunjung

Klik tertinggi

  • Tak ada

%d blogger menyukai ini: