TNI ku SAYANG Membantu Rakyat MALANG

November 2, 2010 at 2:30 pm Tinggalkan komentar

Rasa hormat dan penghargaan yang tinggi pada personil TNI yang meski terlambat (sangat bergantung pada instruksi) telah berupaya membantu dengan derap langkah kaki yang gagah dan penuh sentuhan kemanusiaan untuk  ikut terlibat secara aktip dalam penanggulangan bencana alam di Indonesia..

Trenyuh rasanya  hati ini melihat personil TNI dari berbagai angkatan berbaur  dengan rakyat dan terlihat benar-benar menjadi tentara rakyat. Masih ingat ceritera Eyang kakung yang dengan bangga menceriterakan secara gamblang perjuangannya ketika menjadi  bagian dari Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang kemudian diubah menjadi Tentara Keamanan  Rakyat (TKR) untuk ikut memerdekakan negeri ini dari penindasan berkepanjangan. Diceriterakan bagaimana BKR/TKR dengan dukungan  penuh dan bahu membahu dengan rakyat tanpa kenal takut melakukan perang gerilya di malam hari untuk mengalahkan musuh dan bagaimana rakyat waktu itu dengan hanya apa yang ada dan dipunyai terus mendukung logistik BKR/TKR  dan menjadi mata-mata bagi pasukan TKR.

Menebus kesalahan masa lalu

Kembalinya TNI ke barak pada saat reformasi berlangsung selain melegakan, juga mengembalikan kepercayaan rakyat bahwa ABRI yang telah berubah menjadi TNI tidak mau lagi menjadi alat kekuasaan namun  telah kembali kepada jati dirinya sebagai tentara nasional yang hanya mengabdi pada kepentingan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perlakuan ABRI yang tidak sepantasnya yang terjadi ketika jaman ORBA dengan mau menjadi alat kekuasaan dan masuk dalam politik praktis serta beberapa oknumnya melanggar HAM ketika bertugas telah menjauhkan dirinya  dari rakyat yang  melahirkannya. Sedemikian parah citranya meski sudah ada program  ABRI Manunggal Desa dll namun ternyata tidak mampu mengobati rasa sakit hati rakyat yang pernah dilukainya terutama di daerah DOM (Daerah Operasi Militer).

Namun dengan kembalinya TNI ke barak dan dengan kemampuannya menjaga citra sedemikian rupa dengan menjauhi politik praktis dan menjaga jarak dengan penguasa sehingga tidak mau lagi tergelincir di lubang yang sama, peran yang dimainkan TNI dalam penanggulangan bencana alam ini  sungguh sangat membanggakan dan sangat menyentuh langsung kepentingan rakyat yang telah menderita akibat terjangan bencana alam baik gempa tektonik yang disertai tsunami, banjir bandang maupun letusan gunung berapi.

TNI telah kembali menjadi bagian solusi dari negeri ini dan bukannya menjadi bagian dari masalah dan telah membuktikan kecintaannya pada ibu pertiwi yang sedang merintih dan menangis sedih tertimpa bencana. Pesonil yang terlatih dan gagah berani disertai peralatan yang memadai telah mampu menembus ganasnya ombak sehingga bantuan dapat disalurkan melalui kehadiran beberapa KRI, demikian pula bantuan yang disalurkan melalui udara dengan kehadiran beberapa pesawat terbang, helikopter, dan kehadiran satuan medis yang mampu menolong secara professional sungguh melegakan hati.

Medan yang sulit ternyata tak cukup menjadi alasan untuk mundur tetapi justru memompa semangat pengabdiannya dan pantang menyerah. Alangkah menyedihkan jika TNI terlambat hadir dan korban bencana akan semakin merana karena dibiarkan terlantar dan mati sia-sia. Pengorbanan dan keberaniannya mengevakuasi masyarakat yang masih belum mau mengungsi seolah mau menebus kesalahan di waktu lampau karena kurang menghargai HAM. Pemaksaan yang dilakukan TNI dan ketegasannya sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa manusia yang begitu berharga meski mereka sebenarnya diajarkan untuk menumpas dan membunuh musuh.

Pendanaan yang memadai untuk TNI

Sudah saatnya anggota dewan yang terhormat (?)DPR/DPRD untuk mengalokasikan dana yang memadai dalam rangka mempercepat pemulihan kemampuan TNI yang selain untuk menjaga kehormatan bangsa, juga  berperan mengayomi, melindungi rakyat dari musibah bencana alam di negeri yang memang akan selalu terkena bencana karena lokasinya.

Sudah saatnya peran TNI sebagai “pasukan kemanusiaan” dalam penanggulangan bencana perlu didukung dengan peralatan yang cukup, personil yang terlatih dan dalam jumlah yang cukup dengan kesejahteraan yang memadai. Sudah bukan saatnya lagi untuk terus “menghukum” TNI dengan anggaran yang minim karena TNI telah terbukti tidak mau mengulang kesalahan yang sama, justru saat ini para anggota DPR yang melancong secara diam-diam keluar negeri telah menunjukkan belangnya yang sesungguhnya dalam mengatas-namakan kepentingan rakyat.

Yang diperlukan kedepan hanylah  pengawasan dan undang-undang yang terus membuat TNI tetap dijalur profesionalnya dan terus menjadi bagian dari solusi bangsa ini, sama halnya  ketika mereka dahulu berjuang dengan rakyat untuk memerdekakan negeri ini. Kita bangun TNI yang kuat, professional dan dicintai serta dekat dengan rakyat yang melahirkannya. Bravo TNI

 

Entry filed under: Sosial. Tags: .

Korupsi dan Bencana Alam di Indonesia, adakah korelasinya? Merapi Garang, Rakyat Mengerang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

November 2010
S S R K J S M
« Okt   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Tamu Adikarsa

  • 49,101 pengunjung

Klik tertinggi

  • Tak ada

%d blogger menyukai ini: