Romo Francisco Tan SJ; mewujudkan iman,harapan dan kasih melalui PUSLAWITA

November 18, 2011 at 10:13 am Tinggalkan komentar

Ketika diminta untuk menuliskan pengalaman selama berkarya bersama Romo Tan SJ selama 4 tahun , terus terang secara pribadi saya agak mengalami kesulitan karena rentang waktu yang telah lama dan terbatasnya ingatan yang semakin uzur termakan usia sehingga dengan segala upaya dicoba untuk kembali memutar rekaman lama dan membongkar dokumen tertulis yang masih ada dan pasti semuanya tak mudah. Namun sebagai bentuk rasa hormat dan penghargaan kepada beliau dalam peringatan 1000 hari wafatnya beliau dan bagaimana beliau telah menunjukkan keteladanan dalam hal ke-iman-an dan ke-imam-annya, dengan segala keterbatasan dan subyektivitas yang saya miliki , perkenankan untuk mencoba menuangkannya meski pasti tidak akan mampu memotret pribadi ,pikiran dan filosofi hidup serta karya Romo Tan SJ secara utuh dan penuh.

Melestarikan alam, melestarikan kehidupan

Tanah atau lebih tepatnya lahan merupakan penopang kehidupan rakyat Timor Timur, maka masa depan sebagian besar rakyat sangat tergantung dari kemampuan mengelola, serta mendayagunakan lahan pemberian Tuhan secara bertanggung jawab.

Kenyataan diatas menggerakkan Serikat Yesus Proponsi Indonesia (waktu itu) khususnya Romo Francisco Tan SJ untuk merintis berdirinya Pusat Latihan Wiraswasta Tani (PUSLAWITA) sebuah Lembaga Sosial Gereja yang bergerak dibidang pelayanan pendidikan atau pelatihan petanian di Dusun Laulara, Desa Dare, Dili Barat.

Tujuan lembaga yang dirintis sejak 1986 dibawah naungan Yayasan Wiraswasta Tani ini adalah untuk mencintai dan mempelajari alam termasuk didalamnya hewan atau ternak, tanaman dan tanah agar mampu menghasilkan dan menghidupi manusia.

Puslawita ingin mengajak kaum muda Timor Timur untuk mencintai alam melalui tanah dan menekuni pertanian karena dengan mengelola secara baik dan bertanggung jawab alam pemberian Tuhan, sebenarnya ikut melestarikan kehidupan yakni menyediakan pangan yang cukup dan seimbang kandungan gizinya, menyediakan kebutuhan bahan bangunan, bahan mentah untuk industri ,mencegah terjadinya bencana banjir, kekeringan, maupun kelaparan dll.

Di Puslawita, para siswa didik lebih diarahkan ke pertanian oganik atau alami dengan memanfaatkan sumber daya alam setempat sehingga diharapkan dapat tercipta pertanian menetap yang berkelanjutan dengan menerapkan sistem pengawetan tanah dan air terutama di lahan yang berlereng.

Dengan demikian diharapkan dalam jangka panjang pertanian organik atau alami dapat lebih menjamin keseimbangan ekologis, budaya dan ekonomis sehingga mampu mewujudkan kehidupan yang lebih baik dan meninggalkan sistem lama berupa pertanian berpindah dan tebas bakar (slash and burn) menjadi pertanian yang menetap dan lestari .

Tanpa banyak bicara, dengan semangat dan kerja diharapkan alumnus Puslawita dapat membangkitkan minat pada kaum muda sedesa sehingga terbentuk paguyuban kelompok tani muda  yang maju  dan mandiri tanpa harus bergantung pada lapangan kerja di bidang lain.

Puslawita ingin membantu manusia dan alam Timor Timur  , dimana menurut data Umat Keuskupan Dili pada tahun 1989 berjumlah 580.674 orang  atau 64 persen penduduk di Timor Timur sebagian besar menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian. Dan perkembangan Gereja Katolik  tidak terlepas dari cara budidaya dan peningkatan hasil pertanian yang merupakan sumber pendapatan sebagian besar umat Katolik.

Puslawita sebagai bagian karya sosial Gereja di Keuskupan Dili melihat pentingnya menyediakan lapangan kerja bagi kaum muda gereja serta mampu meningkatkan pendapatan umat dengan mengajak kaum muda melatih diri dalam usaha tani terpadu. Diharapkan kaum muda yang tertarik di pertanian bisa menunjukkan peningkatan kehidupan secara berarti melalui kekayaan/asset yang dimiliki berupa lahan. Setelah memperoleh ketrampilan di Puslawita, mereka diharapkan menjadi kader penggerak masyarakat yang berpijak pada pertanian.Pertanian yang merupakan  ladang kerja sebagian umat, menjadi salah satu solusi untuk pemecahan keterbelakangan umat akibat penjajahan berkepanjangan selama 450 tahun di bawah Portugis, serta dapat memberi lapangan kerja bagi kaum muda terdidik sehingga dapat mengurangi pengangguran yang semakin tinggi.

Puslawita sebagai pusat pengembangan kaum muda gereja

Tahun 1989 PUSLAWITA sebagai pusat pelatihan non formal di bidang pertanian mulai operasional dengan menerima peserta didik melalui seleksi dengan  persyaratan pemuda pemudi asal Timor Timur, ulet dan suka bertani, serta bersedia kembali ke desa sebagai petani.

Materi yang diberikan meliputi Pendidikan Agama dan Ajaran Sosial Gereja, Masalah sosial, Pembangunan pedesaan, Kepemimpinan dan Kewiraswastaan, Dasar-dasar pertanian, Peternakan, Teknologi tepat guna, Pengolahan hasil pertanian dan industri rumah tangga.

Praktek meliputi 60 persen dari keseluruhan materi yang diberikan dan terarah pada pengembangan usaha tani terpadu.Pola pendidikan atau pelatihan lebih mengarahkan para siswa untuk membentuk kepribadian yang mandiri,  dewasa, kreatip, berinisiatip dan berdisiplin tinggi. Maka rencana kegiatan dan pembagian waktu dibuat oleh dan untuk para siswa didik dan dievaluasi setiap hari sebelum membuat rencana untuk hari berikutnya.Bakat khusus yang ada pada masing-masing peserta, jenis lahan serta agroklimat khusus dari daerah peserta didik, serta pemupukan watak, kejujuran dan kepekaan sosial mendapat perhatian khusus selama pendidikan dan pelatihan ini.

Fasilitas yang tersedia sangat sederhana, meliputi kapela, ruang belajar, asrama siswa, ruang pertemuan, ruang administrasi, ruang peraga, bengkel teknologi tepat guna, alat-alat praktek, perpustakaan, sarana audio visual, lahan praktek seluas 19 ha, serta kandang  dan ternak sebagai  sarana praktek.

Lama pelatihan enam bulan, seusai pelatihan ,siswa didik menerima sertifikat dan kembali ke desa asalnya. Dengan ketrampilan pertanian yang dimiliki kaum muda setelah  menjalani pelatihan di PUSLAWITA, diharapkan mampu menjadikan diri petani tangguh, maju, mandiri, mempunyai etos kerja tinggi dan didasari spiritualitas Kristiani sehingga tingkat kehidupan semakin baik.

Kesaksian dan keteladanan  serta kerja kaum muda ini diharap mampu mengajak kaum muda sekitarnya untuk tertarik menggeluti  pertanian tanpa harus malu, dan rendah diri. Mereka diharapkan menjadikan karya sebagai petani merupakan bagian dari rencana Allah dengan membentuk paguyuban kelompok tani yang juga akan menjadi kekuatan Gereja dalam mengembangkan ajaran kasihNya.

Bagi teman-teman yang pernah merasakan menjadi bagian dari team kerja yang berkarya bersama Romo Tan SJ, PUSLAWITA telah menjadi monumen dan kesaksian yang hidup dari Romo Tan SJ dalam membuktikan totalitas beliau dalam berkarya bagi umatnya untuk mewujudkan Iman, Harapan dan Kasih bagi sesama yang membutuhkan.

Selain PUSLAWITA sebagai salah satu karyanya , tindakan berani beliau yang tak dilupakan umat di Timor Leste adalah ketika beliau dengan segala konsekuensi yang harus ditanggungnya termasuk  resiko kehilangan nyawa ,namun terus berupaya dengan sekuat tenaga untuk menyelamatkan banyak umat yang mengungsi ke lingkungan PUSLAWITA ketika sebelum dan sesudah jajak pendapat .

Meskipun kecewa karena harapan serta kerelaannya untuk tetap tinggal ,meninggal serta dimakamkan di Timor Leste supaya selalu dekat dengan umat yang dicintainya tidak dapat terpenuhi karena beliau dihadapkan pada tiadanya pilihan dan harus meninggalkan Timor Leste yang sangat dicintainya dan telah menjadi tanah air kedua ,namun beliau telah membuktikan dan mampu mewujudkan ajaran Iman,Harapan dan Kasih melalui karya nyata, salah satunya melalui PUSLAWITA.

YB Tony Suryo Kusumo

Pernah menjadi pendamping di PUSLAWITA

Entry filed under: Religi. Tags: .

Kacang Tanah Berubah Menjadi “SAPI” Indonesia, tanah air siapa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

November 2011
S S R K J S M
« Okt   Des »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Tamu Adikarsa

  • 49,101 pengunjung

Klik tertinggi

  • Tak ada

%d blogger menyukai ini: