POLRI, harus mawas diri dengan Kasus “Sandal jepit”

Januari 5, 2012 at 1:05 am Tinggalkan komentar

Semboyan Polri yang enak didengar dan perlu yakni “Melindungi dan melayani” masyarakat dan kemudian berubah menjadi “Kami siap melayani Anda” telah dipertanyakan perwujudannya di tengah masyarakat.

Kasus yang menimpa Polri pada 2011 telah membuat citra Polri sangat terpuruk kalau tidak mau dikatakan berada di titik nadir. Kasus kekerasan atas nama Negara yang dilakukan Polri telah menewaskan puluhan orang karena rakyat ditembak atas nama protap telah membuat masyarakat semakin menjauh dari Polri, institusi Negara yang diharapkan berpihak pada rakyat (yang seharusnya dilindungi) karena rakyat adalah pemilik Negara yang sesungguhnya dan pembayar pajak yang digunakan untuk mendanai Polri.

Roh dan filosofi bahwa Polri adalah pelindung rakyat telah ditinggalkan, dan Polri lebih dikenal dengan nama “Institusi centeng” seperti yang sering dikatakan para pengamat di media televisi nasional, meski terus dibantah Polri , namun rakyat sudah semakin cerdas untuk mengetahui yang senyatanya meski selalu dicoba ditutup-tutupi oleh Polri.

Jangan jadikan rakyat ATM

Polri di awal tahun baru 2012 seharusnya mawas diri untuk berbenah dan memperbaiki sistem pelayanannya pada rakyat. Semboyan Polri yang enak didengar seharusnya membuat masyarakat sebagai pengguna layanan Polri merasa nyaman ketika berurusan dengan Polri. Namun kita semua tahu, masih banyak penyimpangan dalam pelaksanaan, mulai dari pengurusan SKCK, pembuatan SIM, proses tilang lalu lintas sampai dengan pembuatan BAP dalam berbagai penanganan kasus judi dan kriminal.

Rakyat sangat berharap Polisi Republik Indonesia (POLRI) adalah polisinya rakyat dan tidak menjadikan rakyat sebagai ATM untuk menambah penghasilan yang tidak halal.

Rakyat sangat berharap semakin banyak wajah polisi di tengah masyarakat yang tersenyum tulus, membantu mengatasi kriminalitas, membantu menyeberangkan anak sekolah dan lansia, tegas terhadap para penjahat namun bukan berarti boleh berbuat seenaknya terhadap penjahat.

Jangan jadikan rakyat “Sandal jepit”

Polri diharapkan dapat menjadikan kasus “Posko Sandal jepit” untuk mendukung pembebasan terdakwa pencurian sandal jepit oleh seorang anak di Sultra sebagai bahan  mawas diri, dimana kekuasaan dan wewenang yang ada di polri untuk tidak disalahgunakan menindas dan memeras rakyat kecil yang hidupnya sudah susah hanya karena mereka buta hukum dan lemah karena tidak punya becking sehingga isu bahwa hukum di Indonesia yang tajam ke bawah namun tumpul ke atas tidak semakin terbukti.

Rakyat jangan dijadikan sandal jepit yang begitu mudah dinjak-injak dan dibuang kalau sudah usang. Rakyat seharusnya dijadikan tuan dan customer (pelanggan) karena polisi ada ketika rakyat membutuhkan perlindungan dan pelayanannya.Semboyan ”Kami siap melayani Anda” sudah sangat tepat dimana polisi memposisikan sebagai pelayan dan “Anda (rakyat)” sebagai tuannya. Namun akhir-akhir ini Polri lebih suka melayani “Anda (para pemodal kuat pemilik perkebunan dan pertambangan dll)” dengan terjadinya Kasus Freport, Mesuji, Bima dimana polisi terkesan lebih memihak pemilik modal entah karena ada sesuatu dan karena lupa pada “Anda (rakyat)” yang merupakan tuan yang sesungguhnya karena Polri adalah anak kandung rakyat.

Pergeseran target layanan Polri dari rakyat  beralih ke pengusaha (tambang, perkebunan dll) telah menjadikan Polri sebagai bulan bulanan media massa dan semakin menjauhkan Polri dari rakyat yang mengharapkan perlindungan, pelayanan dan pengayoman. Citra Polri yang telah semakin baik dengan kerja Densus 88, telah diporakporandakan dengan berbagai kasus yang muncul akhir-akhir ini yang menewaskan banyak rakyat kecil yang tak berdaya yang terpaksa melawan dengan senjata seadanya yang kondisinya  persis sama ketika rakyat melawan penjajah Belanda.

Kembalikan polisi sebagai alat negara

Ketika masih banyak polisi lalu lintas di lapangan yang dengan setia berpanas-panas dan berpeluh di tengah polusi udara  yang tinggi untuk mengatur lalu lintas dari pengguna jalan yang susah diatur dan masih banyak polisi reserse dibagian intelejen yang bekerja secara diam-diam namun penuh dedikasi,  maka sangat disayangkan Polri telah dikotori oleh polisi nakal yang berseragam dan menjadikan rakyat bak sandal jepit yang diinjak-injak dan diperlakukan tidak manusiawi.

Harus selalu diingat Polri adalah Polisi Republik Indonesia yang merupakan alat Negara bukan alat kekuasaan baik pemerintah, pemodal maupun pihak lain yang punya “kuasa”. Polri harus kembali ke jati diri membela yang benar, bukannya membela yang bayar, harus menjadi kesatria bangsa yang membanggakan karena menjadi pelindung Ibu Pertiwi dan rakyat yang mendiaminya dari penjahat termasuk penjahat kerah putih (para koruptor) dan memastikan negeri ini aman dari gangguan keamanan dan ketertiban.

Polisi harus semakin dicintai oleh rakyat sehingga tidak ada lagi anak kecil yang terlihat takut dengan polisi karena seringnya orang tua menjadikan polisi untuk menakuti anaknya.

Sangat diharapkan ketika para sopir di jalanan bertemu dengan polisi mereka bukannya takut tetapi dengan penuh hormat dan respek tinggi dalam memperlakukan polisi karena dalam benak mereka polisi adalah sosok penegak hukum yang berdiri tegak yang tak mempan disuap dan hanya menegakkan aturan hukum yang berdasar kebenaran dan keadilan.

Ketika rakyat mengantri untuk pengurusan surat baik SKCK, SIM, dll mereka merasa seperti pergi ke bank karena di kantor polisi layaknya layanan bank yang akan memperoleh layanan yang ramah, prosedurnya jelas dan tak ada suap/pungli dalam kepengurusannya.

Jika polisi dicintai rakyatnya, maka tanpa dimintapun pasti  rakyat akan bekerja sama dengan polisi untuk membantu meningkatkan rasa aman dan tertib

Semoga tahun 2012, Polri semakin berbenah diri menjadi lebih baik lagi dan menjadi kecintaan rakyat Indonesia karena Polri adalah Polisi Republik Indonesia.

Entry filed under: Sosial. Tags: .

Refleksi akhir tahun, Indonesia-Negara GATOTKACA ( GAgal TOTal Kebanyakan Alasan & Cari Aman) Dengan berbagi dan memberi, hidup akan berkelimpahan ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Januari 2012
S S R K J S M
« Des   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Tamu Adikarsa

  • 49,101 pengunjung

Klik tertinggi

  • Tak ada

%d blogger menyukai ini: