B S B : Berdoa Sambil Berkarya atau Berdoa Sambil Berdosa

Mei 25, 2012 at 8:10 am 1 komentar

Kehidupan bangsa kita sejak pemerintahan SBY semakin lama semakin  membingungkan kalau tidak dapat dikatakan semakin aneh.

Bagaimana tidak, bangsa yang dikenal ramah tamah ternyata berubah dengan cepat menjadi begitu beringas yang dapat terlihat dari peristiwa bentrokan antar ormas, antar kampung, antar mahasiswa, antar siswa, antar penegak hukum seperti kejaksaan dengan mahasiswa  yang demo di depan kantor mereka, pembakaran fasilitas publik, penggunaan senjata tajam berbagai jenis seperti panah beracun, bom molotov,parang, sangkur  dan gampangnya senjata api yang menyalak atau digunakan untuk menakut nakuti yang dilakukan oleh masyarakat sipil dll.

Bangsa yang dikenal religius dengan keberagaman agama, namun ternyata kriminalitas dan korupsi tetap tinggi dan bahkan semakin meningkat akhir-akhir ini,sementara disisi lain  kegiatan beribadah dan mimbar agama juga semakin marak. Perkosaan yang terjadi yang kadang disertai dengan  pembunuhan  terhadap perempuan di ibu kota yang dilakukan di transport/kendaraan  umum juga sangat mencengangkan karena dilakukan ditengah-tengah keramaian dan terlihat sebagian besar masyarakat terutama di perkotaan semakin egois tidak peduli  dan tidak mau berbagi dan solider dengan sesamanya. Kita dapat melihat masih adanya perkampungan kumuh dengan kualitas kehidupan yang tak layak namun tetap saja kondisinya dari tahun ke tahun tanpa ada perubahan sementara ajaran agama meminta umatnya untuk mau solider dan berbagi dengan yang membutuhkan. Yang lebih mengherankan ada  dinas layanan publik yang bertanggung jawab mengatasi masalah seperti dinas sosial namun gaung tindakannya hampir tak pernah terdengar.

Bangsa yang terkenal sangat toleran ternyata semakin lama yang terjadi adalah semakin  jauh dari rasa toleransi ketika ada ormas keagamaan yang dibiarkan melakukan tindakan anrkis dan membawa senjata tajam di muka umum dan bahkan sampai tega membunuh pihak yang tidak sesuai dengan ajaran yang dianutnya, juga mengobrak abrik tempat ibadahnya yang jelas jauh dari ajaran agama yang mengajarkan jalan damai dan menghargai adanya perbedaan. Pengusiran umat lainnya yang mau beribadah untuk menyembah Tuhan YME juga terjadi sementara perilaku korup , prostitusi kelas rendah sampai kelas tinggi dan kriminal yang sering memakan korban jiwa justru tidak pernah dipertanyakan dan diperangi.

Bangsa yang dikenal  santun, ternyata dimana mana justru bertebaran video porno produksi lokal dengan pemain lokal yang terdiri dari oknum pelajar SLTA, PNS,  Ibu rumah tangga, politisi, perangkat desa dan berbagai profesi lainnya. Bangsa ini semakin menjauh dari jati dirinya dengan peradaban sebelumnya yang dikenal santun, penuh senyum dan suka membantu sesamanya dengan sifat gotong royongnya. Bangsa yang santun ini telah berubah menjadi bangsa yang mengagungkan kesombongan karena memiliki materi yang berlebih dengan gaya hidup hedonis dan penuh kepura-puraan, menjadi arogan ketika memiliki jabatan publik dan suka sekali meremehkan rakyat kecil yang dilayaninya. Fenomena geng motor yang cenderung brutal juga menjadi PR bagi kita mengapa anak muda justru terjerumus pada tindakan yang tidak manusiawi , disamping itu yang memprihatinkan semakin banyak anak muda yang terjerat minuman alkohol dan narkoba.

Bangsa yang dikenal pencinta lingkungan  telah berubah menjadi bangsa yang rakus dan tamak menjual kekayaan alamnya dengan harga murah kepada pihak asing hanya untuk sekedar memperkaya diri dan memenuhi pundi-pundi kekayaannya melalui uang sogok  dengan mengorbankan masyarakat lokal termasuk anak cucunya  yang harus menderita dan menangung penderitaan yang hebat akibat kerusakan alam yang diakibatkan adanya eksploitasi hutan, tambang dan juga penanaman monokultur seperti sawit dst. Bangsa yang dikenal dengan aliran sungai yang jernih, air yang dapat langsung diminum karena airnya jernih dan sehat, lingkungan yang asri penuh pepohonan dan udara yang segar telah digantikan dengan sumber air besar yang dikuasai pemilik modal kuat untuk dijadikan bahan baku air mineral yang dijadikan usaha bisnis, sebagian lagi dijual ke pihak lain yang punya modal, dan membiarkan petani kebingungan karena tidak mendapat jatah air untuk usaha tani, ternak dll.

Bangsa yang terkenal dengan kejujurannya, telah dijungkirbalikan dengan membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar. Para koruptor tidak lagi merasa malu ketika melakukan meski telah kehilangan kejujurannya, para anak sekolah tidak lagi malu untuk mendapatkan jawaban ujian atau mencontek, para oknum pelayan publik terang-terangan meminta uang yang tidak lain merupakan bentuk KKN yang jelas telah melanggar sumpah jabatan dan ajaran agama yang diimaninya. Dimana-mana kejujuran menjadi barang mahal karena pemerintahan SBY hanya bisa beretorika belaka terhadap penumpasan korupsi, tidak pernah serius untuk menghargai kejujuran anak negeri dan bahkan membiarkan masyarakatnya semakin memuja hedonisme dan konsumerisme yang sebenarnya tidak kalah seram pengaruh kerusakannya dibanding pengaruh konser Lady Gaga yang paling lama hanya 2 jam saja.

Kembali ke jati diri bangsa

Bangsa ini harus segera melakukan revolusi mental dan moral sebelum terlambat, dan sebelum semuanya berakhir sia sia. Bangsa ini telah berada di ujung tanduk atau dibibir jurang yang dalam yang harus segera melakukan perubahan radikal untuk kembali kepada jati diri bangsa yang mendasarkan pada PANCASILA dan Bhineka Tunggal Ika. Bangsa ini harus meninjau ulang banyak hal dan mengevaluasi pembangunan yang cebderung hanya berorientasi fisik semata dan melupakan membangun jati diri lewat budaya dan relegiositas. Telah lama bangsa ini masuk dalam hiruk pikuk kebisingan politik parktis yang adu menang, kekerasan yang tak berujung atas nama SARA, hedonisme yang terus saja memuja kenikmatan yang berlebihan, konsumerisme dan yang paling parah adalah korupsi yang sistemik, berjamaah dan dianggap sebagai hal biasa dan bukannya aib.

Bangsa ini harus kembali mengevaluasi pendidikan yang telah lama meninggalkan budi pekerti dalam kurikulumnya, dan lebih mengejar peningkatan intelektualitas semata tanpa menjamin adanya keseimbangan dalam membangun karakter bangsa yang sesuai dengan PANCA SILA dan budaya luhur bangsa ini. Negeri ini sebenarnya telah gagap menyikapi perubahan yang cepat dalam pusaran globalisasi yang deras sehingga kita kebingungan sendiri ketika polemik konser Lady Gaga justru semakin mempolarisasi kita sebagai sebuah bangsa. Demikian pula ketika kita mendiskusikan UU tentang porno aksi dan pronografi, begitu terbelahnya kita sebagai sebuah bangsa karena ada pihak yang mencoba memaksakan kehendak dan membuat semuanya seragam  dan lupa bahwa kita bangsa majemuk yang telah dikaruniai kebijakan untuk memilih dan memilah mana yang baik untuk negeri ini dan tidak perlu menjadi paranoid terhadap budaya yang datang dari luar. Kita bisa belajar dari masyarakat Bali yang tetap memegang erat budaya dan agamanya meski arus deras pengaruh luar terus mendera.

Semoga kita tidak terjebak dan terseret menjadi bangsa yang munafik/hiprokrit yang terus berdoa namun sekaligus juga berdosa denga kelakuan yang terus korup dan kita sudah seharusnya mampu mengubah menjadi bangsa berjaya karena terus berdoa dan berkarya untuk peningkatan harkat dan martabat kita sebagai ciptaan tertinggi Tuhan YME.

Entry filed under: Religi. Tags: .

Menjadikan petani sebagai pengusaha yang sukses dan sejahtera Kejayaan negeri yang semakin menjauh karena Pancasila dilupakan.

1 Komentar Add your own

  • 1. rustandianugrah  |  Desember 7, 2012 pukul 6:31 pm

    pr bangsa yg terlalu banyak dan menumpuk..entah darimana..bagaimana..siapa,.yg harus memulai perbaikan mental bobrok bangsa ini.,entah kemana ngumpetnya kaum reformis yg dulu berkoar koar sanggup memperbaiki bangsa ini.
    Mereka hanya bisa meruntuhkan tanpa bisa membangun dgn lebih baik. Pasti mereka akan berargumen dgn ‘reformasi masih dalam proses’.
    Sampai kapan?ga ada batas kejelasan,yg pasti sekarang bangsa ini berada dalam kubangan lumpur kehancuran,penderitaan,kebodohan,,dst.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Mei 2012
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Tamu Adikarsa

  • 49,086 pengunjung

Klik tertinggi

  • Tak ada

%d blogger menyukai ini: