Kita butuh pemimpin yang melayani atau yang hanya mau dilayani ?

November 12, 2012 at 1:41 pm Tinggalkan komentar

Negeri kita akhir akhir ini semakin terasa segar suasananya dan mampu membawa rasa optimis serta semakin dinamis  ketika melihat gebrakan baru yang dilakukan Dahlan Iskan, Mahfud MD  dan Jokowi-Ahok.

Meski baru dimulai oleh kelompok pembaharu & pemberani yang sangat kecil jumlahnya yang telah berani menyuarakan kebenaran dan tampil beda dari lainnya ditambah dengan keberanian dan kekuatan KPK saat ini dibawah kepemimpinan Abraham Samad yang mudah mudahan tidak terkooptasi oleh kepentingan penguasa, namun tetap terasa ada optimisme bahwa negeri ini masih dapat terselamatkan ditengah hiruk pikuk dan kegaduhan luar biasa yang diperankan elit politik dan elit pemerintahan yang sudah pada tingkat sangat memuakkan dan pada titik jenuh luar biasa bagi rakyat.

Gebrakan Jokowi-Ahok yang belum ada 1(satu) bulan bekerja namun sudah terasa ada hasilnya, perkembangan positip BUMN dibawah Dahlan Iskan yang semakin banyak memperoleh profit, semakin sehat manajemennya dan tidak mau lagi dijadikan sapi perahan para oknum anggota DPR, gebrakan MK yang tidak goyah oleh pihak manapun dalam menegakkan konstitusi Negara telah membuat rakyat semakin melek dan pintar memilih dan memilah mana yang pemimpin dan mana yang hanya sekedar pimpinan karena struktur kekuasaan yang digenggamnya.

Sudah saatnya rakyat semakin cerdas dan peduli dalam memilih para pemimpin bangsa ini baik ditingkat yang paling dekat dengan rakyat yakni RT/RW, Kadus, Kades, Camat dst, dan yang tak kalah penting memilih para wakil rakyat agar terpilih orang yang rendah hati, berintegritas, tidak culas, dan mau melayani rakyat yang diwakilinya dengan menyuarakan aspirasi dari rakyat yang diwakilinya.

Saatnya Indonesia dipimpin oleh para pemimpin yang amanah, rendah hati namun tetap tegas dan berani mengambil keputusan yang berpihak pada rakyat, yang mampu melindungi kepentingan rakyat sekaligus mampu memenuhi minimal kebutuhan dasarnya untuk sebuah kehidupan yang layak, berharkat dan bermartabat. Pemimpin yang berani menyapa langsung rakyatnya, yang mau mendengar keluh kesah dan mencarikan solusinya, pemimpin yang mempunyai kepedulian tinggi terhadap penderitaan warganya,yang terus memberikan rasa optimis dan mampu memberdayakan rakyatnya untuk mandiri, bukan pemimpin yang hanya mau membantu karena ada pamrih tertentu seperti saat Pilkada atau Pemilu, bukan yang membuat rakyatnya semakin tergantung dan bermental pengemis alias suka meminta dan lebih parah kalau yang menggunakan segala cara kotor untuk memperoleh dana Negara untuk kekuasaan yang ingin digapainya.

Pemimpin yang arogan, hanya mau dilayani, mau menang sendiri, suka fasilitas mewah dan suka sekali disanjung dan dipuja puji oleh bawahan yang ABS namun tanpa prestasi serta kinerjanya yang buruk sudah saatnya untuk mengundurkan diri atau tidak perlu dipilih lagi karena sikapnya yang boros, gila hormat dan suka dilayani tidak akan membawa perubahan bangsa ke arah yang lebih baik namun justru menyuburkan feodalisme gaya baru, tidak membuat nyaman bawahan yang dipimpinnya dan membelenggu kreativitas karena yang dikedepankan adalah loyalitas buta tanpa boleh dikritisi, otoriter dan membuat rasa takut yang berlebihan yang cenderung menjadi sebuah terror berkelanjutan.

Pemimpin yang hanya normatip yang tak berani mengambil resiko meski sudah terukur, yang hanya mau amannya saja dan sering melakukan pembiaran dan terkesan tak peduli, yang tidak berani membuat gebrakan untuk kebaikan rakyat, yang berlindung dibalik berbagai alasan dan lebih mengedepankan pencitraan semata sungguh sangat disayangkan karena mereka diplih dari jutaan rakyat untuk membuat rakyatnya sejahtera dengan kekuasaan besar yang diberikannya bukan hanya untuk mensejahterakan diri sendiri, keluarga dan korni kroninya.

Mari kita semakin peduli dalam memilih pemimpin di berbagai tingkatan dan lingkungan sekitar kita agar kita mendapatkan pemimpin yang amanah, merakyat, mau melayani dan menjadi bagian dari solusi untuk bangsa ini untuk menjadi bangsa yang besar, bermartabat, mandiri, berdaulat dan sejahtera.

Entry filed under: Sosial Kepemimpinan. Tags: .

Menfasilitasi penguatan Organisasi Petani untuk membantu mewujudkan impian mereka Paradigma baru kepemimpinan dalam gaya Jokowi-Ahok (JA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

November 2012
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Tamu Adikarsa

  • 49,086 pengunjung

Klik tertinggi

  • Tak ada

%d blogger menyukai ini: