Litani kondisi perpolitikan negeri tercinta

Desember 6, 2012 at 10:26 pm Tinggalkan komentar

Mengapa PANCASILA dilupakan ????

Ketika melakukan korupsi berjamaah, mereka lupa Pancasila
Ketika memboroskan uang negara, mereka lupa Pancasila
Ketika membiarkan rakyat terus susah, mereka lupa Pancasila
Ketika melakukan tawuran, mereka lupa Pancasila
Ketika melakukan berbagai pungli, mereka lupa Pancasila
Ketika banyak balita mati kurang gizi, mereka lupa Pancasila
Ketika terlambat bayar gaji pemain bola, mereka lupa Pancasila
Ketika melukai yang berbeda keyakinan, mereka lupa Pancasila

Ketika pemimpin tidak bertindak tegas, mereka lupa Pancasila
Ketika pemimpin tidak peduli rakyatnya, mereka lupa Pancasila
Ketika pemimpin minta dilayani, mereka lupa Pancasila
Ketika banjir & longsor terus saja terjadi, pemimpin lupa Pancasila

Dimanakah PANCASILA sekarang berada ?????

Perseteruan yang membawa kehancuran bangsa

Perseteruan PSSi vs KPSI yang berkepanjangan
Hasilnya Timnas sepakbola kita jadi korbannya
Dipermalukan oleh negeri serumpun yg suka menghina

Perseteruan KPK vs POLRI berkelanjutan
Hasilnya pasti koruptor akan tertawa senang
Negeri kita semakin rapuh, lemah dan lapuk
Semoga RI tidak jadi negeri kenangan.

S O S Narkoba ???????????

Setelah pemberian kasus grasi OLA yang ternyata bandar narkoba
Dan sudah ada hampir 5.000.000 (lima juta) rakyat terkena narkoba
Setelah para oknum aparat penegak hukum juga terlibat narkoba
Baik sebagai pengguna, pengedar maupun menjadi bandar narkoba

Apa tindakan pemerintah bersama penegak hukum untuk mengatasinya?
Bukankah mencegah lebih mudah dan murah daripada mengobati ?

Ada yang aneh dengan pemberantasan narkoba di Indonesia
Jangan-jangan mafia narkoba yang begitu banyak duit/dananya
Sudah mulai menggunakan dananya untuk mempermudah operasinya
Dan negeri kita jadi ladang pembantaian bagi generasi muda harapan bangsa
Melalui peredaran dan penggunaan NARKOBA yang masif & berkelanjutan.

Masih relevankah peringatan di negeri ini ?

Kegiatan memperingati momentum hari bersejarah
Terlihat mulai dipertanyakan kegunaannya di negeri ini
Mulai dari Hari Kartini, Lahir dan Kesaktian Pancasila,
Hari Kemerdekaan, Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan dst

Negeri ini terlihat tidak semakin membaik dg peringatan
Meski kita terus memperingati berbagai momentum bersejarah
Meski kita terus telah digoncang gempa, tsunami dan banjir
Kita tetap saja negeri yang subur dan makmur koruptornya
Negeri yang bebas & penuh peredaran alkohol, narkoba
Negeri yang penuh dengan tawuran & dendam antar elit politik
Negeri yang bangga dengan hutang luar negeri yg menggunung

Negeri ini butuh pemimpin yang benar benar berjiwa kesatria sejati
Bukan hanya sekedar kesatria yg berasal dari hasil penobatan
Kita butuh pemimpin yang meneladankan kejujuran dlm keseharian
Bukan hanya yg berteriak akan memimpin pemberantasan korupsi
Kita butuh pemimpin yang turun ke rakyatnya & mau mendengar
Dan meilhat kondisi rakyat yang dipimpinnya secara langsung
Tidak hanya membaca angka statistik & percaya laporan bawahannya

Pahlawan terus dibutuhkan negeri ini disepanjang jaman
Untuk mewujudkan Pancasila sebagai filosofi bangsa
Sehinggga menjadi bangsa yang sejahtera, berharkat & bermartabat
Sehingga para pahlawan bangsa dapat tersenyum bahagia
Dalam peristirahatan yang abadi dalam damai & ketenangan.

Semoga Indonesia semakin bersih

 Tetap optimis Indonesia semakin baik

Dimulai dengan kemenangan Bp Jokowi
Yang mengandalkan koalisi dengan rakyat

Saat ini ditambah lagi dengan Bp Dahlan Iskan
Yang mau dan berani melaporkan pada KPK
Para pemeras yakni “oknum” DPR pada BUMN

Semoga gerak KPK tidak terus melambat

Karena terkooptasi oleh mafia para koruptor

Saatnya Indonesia bersih semakin jadi kenyataan
Sehingga para pahlawan kemerdekaan kita
Dapat beristirahat dalam kedamaian abadi
Karena perjuangannya para pahlawan tidak sia-sia
Dimana Indonesia tidak tergadai & tetap berdaulat

Gaya kepemimpinan JOKOWI – AHOK

Jokowi & Ahok di hari pertama menunjukkan diri sbg pemimpin
Datang pagi-pagi, rapat secara cepat dan terbatas
Turun ke bawah langsung ke lapangan lihat fakta
Langsung aksi perintah kepada Kadis-Kadis terkait
Untuk cari solusi dan langsung aksi nyata di lapangan

Coba kalau pemimpin negeri ini juga melakukan
Hal yang sama dengan Jokowi dan Dahlan Iskan
Pasti negeri ini akan cepat berubah menjadi lebih baik
Melayani, melayani dan melayani rakyat kecil
Kerja, kerja, untuk kebaikan rakyat yang lama menderita
Saatnya “Ora et labora”, satunya kata dan perbuatan
Bukan dengan konferensi pers dan pencitraan diri

Himbauan normatif bukan solusi

Kalau kita amati di media sekarang ini
Banyak pejabat publik yang suka menghimbau
Himbauan yang bersifat sangat normatif
Mulai dari Presiden, Kapolri sampai anggota DPR

Contoh, Ketua Komisi III DPR menghimbau
Polri dan KPK agar bersinergi memberantas korupsi

Stop himbauan normatif, kita butuh langkah nyata
Saatnya pemimpin didepan untuk memberi teladan
Satunya kata dan perbuatan yang ditunggu rakyat
“Saya akan memimpin di garda depan pemberantasan korupsi” kata Presiden

Benarkah DPR semakin kekanak-kanakan ?

Setelah tertangkap basah ada oknum DPR yang terlibat selingkuh
Setelah tertangkap basah ada oknum DPR yang nonton konten porno
Dan meski sudah ada daftar hadir dengan menggunakan mesin sidik jari
Namun tetap saja banyak oknum anggota DPR yang mangkir dari sidang

Setelah gagal membangun gedung baru karena diprotes rakyat
Namun tetap saja merenovasi ruang Banggar dengan dana hampir 20 milyar
Da terus membangun fasilitas yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan

Studi banding DPR yang terus dikritik namun tetap saja berlanjut
Meski rakyat terus mempertanyakan efektivitas dan kegunaan studi banding

DPR memberi tanda bintang untuk pembangunan gedung baru KPK
Sehingga rakyat bergerak saweran dan akhirnya tanda bintang dicabut
Dan banyak ulah kekanak kanakan DPR dlm berhadapan dg KPK
Seperti saat ini memanggil mantan para penyidik KPK untuk dimintai keterangan

Kalau DPR benar benar bersih , seharusnya tidak perlu takut dg KPK
Dan justru harus berupaya sinergi dalam bekerja sama memberantas korupsi
Tapi nyatanya banyak anggota DPR yang tersangkut kasus korupsi
Mulai dari anggota DPR periode lalu sampai anggota DPR aktip saat ini
Nasaruddin, Anggie, Wa Ode, dan yang siap siap berurusan dengan KPK
Quo vadis DPR ?
Dimana suara hati nurani rakyat yang katanya diperjuangkan ?

 

 

 

Entry filed under: Politik. Tags: .

Paradigma baru kepemimpinan dalam gaya Jokowi-Ahok (JA) Indonesia, negara kesejahteraan (Welfare state) atau Negara para mafia ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Desember 2012
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Tamu Adikarsa

  • 49,101 pengunjung

Klik tertinggi

  • Tak ada

%d blogger menyukai ini: