Kenangan mengunjungi Desa Adat Boti di Kab Timor Tengah Selatan (TTS) NTT

Mei 2, 2013 at 7:13 am Tinggalkan komentar

Kembali mengingat perjalanan hidup, pada 2009 tak terasa hampir satu tahun sudah aku berada di Kab TTS dalam upaya melanjutkan kehidupan berkecimpung di permasalahan sosial melalui wadah salah satu NGO yang focus pada permasalahan anak, khususnya dalam pemenuhan hak anak di Kab TTS, mulai dari mengurangi kebiasaan bullying di sekolah, mengurangi kebiasaan lama yang sering dianggap bukan masalah yakni kekerasan terhadap anak oleh orang tua maupun guru atas nama pendisiplinan dan mendidik anak, meningkatkan pemahaman akan undang-undang perlindungan anak (UUPA) terhadap para-pihak, peningkatan kualitas hidup anak melalui cara hidup sehat, pemenuhan asupan gizi yang cukup sehingga tidak terjadi malnutrisi, pertumbuhan anak yang harus dioptimalkan dalam masa emas (2 tahun) dll.

Kota Soe yang berhawa sejuk namun kadang dinginnya sampai menusuk tulang, memiliki panorama yang indah ketika kita melakukan perjalanan menuju kota Kapan, demikian pula pesona Gunung Mutis yang tidak asing lagi dan harumnya kayu cendana (haumeni) yang kini mendekati kepunahan merupakan kenangan indah tak terlupakan bagaimana kebesaran Tuhan selalu ditunjukkan melalui keindahan alam dan kemurahanNYA dalam penyediaan air, udara yang kita hirup dan solidaritas sebagai sesama yang saling membantu. Belum lagi banyak teman teman dari desa dampingan yang menjadi  mitra dalam mewujudkan impian bersama Kab TTS sebagai kabupaten layak/ramah  anak dimana anak anak dapat tumbuh menjadi cerdas, ceria dan terpenuhi haknya, yang diharapkan kedepan menjadi pemimpin negeri yang tidak cacat rohani, mau mengabdi penuh ketulusan bukan hanya retorika dan tidak memperkaya diri melalui jalan yang salah dengan mengorbankan rakyat yang dilayaninya. Pemimpin memang harus dibentuk sejak usia dini masa kanak kanak sehingga tumbuh menjadi manusia yang utuh, bermartabat dan manusiawi.

Ketika sebelum mengakhiri tugas, ada waktu untuk berkelana menuju sebuah daerah yang dikenal dengan Desa Adat Boti. Menyusuri jalanan aspal yang dilanjut dengan jalan tanah, sampailah pada sebuah pintu gerbang yang menunjukkan telah sampai di Desa Adat Boti. Memasuki pelataran sudah terasa nauansa yang lain dengan ketenangan yang menjurus ke kesunyian, saya bersama teman diterima oleh Raja Boti yang dengan penuh keramahan yang tulus dan juga suguhan minum dan makanan kecil yang diproduksi sendiri berupa keripik pisang yang terasa enak, kemudian kami meminta ijin untuk berkeliling ke seputaran komplek Desa Adat Boti. Melihat peradaban yang diyakini bersahabat dengan alam, maka di komplek ini tidak ada riuh suara radio, tv dan juga listrik. Kesederhanaan merupakan roh kehidupan, juga ketulusan dan persahabatan dengan alam menjadi bagian keseharian mereka. Anak anak yang memintal benang dari kapas, kemudian dilanjut dengan menenun, maka jadilah sebuah produk kain tenun tais yang selain indah juga bernuansa d tradisional dan eksotik.

Meski hanya sebentar berada di Desa Adat Boti, namun sangat menyentuh kalbu dan memberikan kenangan manis yang tak terlupakan. Kita kembali diajak untuk merefleksi diri hakekat kehidupan dan menjunjung nilai kejujuran, kesederhanaan, dan bersahabat dengan alam, jauh dari rasa tamak, serakah, iri hati dan dengki. Masih banyak yang dapat diceriterakan, namun keterbatasan kata tidak mampu menggambarkan kondisi yang sesungguhnya apabila kita tidak mengunjungi sendiri ke Desa Adat Boti.

Entry filed under: Sosial NTT (Nikmat Tiada Tara). Tags: .

KRITERIA ASOSIASI PETANI MANDIRI UNTUK MEMPEROLEH POSISI TAWAR YANG LEBIH BAIK Koperasi bermitra sejajar dengan korporasi,mungkinkah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Mei 2013
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Tamu Adikarsa

  • 49,101 pengunjung

Klik tertinggi

  • Tak ada

%d blogger menyukai ini: