Gonjang ganjing iklim politik di tahun politik negeri ini, masihkah derita dan jeritan rakyat bawah didengarkan, wahai para politisi dan pejabat ?

Januari 15, 2014 at 11:10 pm Tinggalkan komentar

Situasi iklim beberapa tahun terakhir sedang mengalami perubahan yang konon katanya karena pemanasan global, terbukti bulan yang seharusnya masuk ke musim kemarau ternyata masih diguyur hujan, di beberapa daerah yang dulunya terkenal sebagai daerah berwaha sejuk namun sekarang menjadi panas dan akibatnya sangat jelas selain memberi keuntungan bagi sebagian pihak, namun lebih banyak pihak yang merasakan dampak negatipnya. Tengok saja banjir yang terus terjadi di berbagai daerah di Indonesia seperti di Menado yang telah menelan korban jiwa dan terutama di Jakarta yang telah menjadi ritual berkelanjutan, belum lagi  badai yang disertai hembusan angin kencang yang menerjang apa saja yang ada di depannya di berbagai kota dan juga telah menelan korban jiwa, para petani yang mengalami gagal panen karena perubahan musim yang ekstrem maupun karena terkena terjangan banjir dan akhirnya kehabisan modal untuk usaha pertanian berikutnya karena bencana dan harus terus terjebak hutang untuk kembali memulai usaha taninya.

Iklim politik di tahun 2014 yang dikatakan sebagai tahun politik juga sedang berubah dan tak mau kalah dengan perubahan iklim sesungguhnya, terlihat ketika semakin banyak para pengusaha dan  pemilik modal kuat mulai bermain langsung dikancah politik entah untuk tujuan apa selain untuk menyelamatkan dan membesarkan kerajaan bisnisnya serta berupaya mempengaruhi kebijakan yang pastinya akan menguntungkan usaha/bisnnisnya.

Sangatlah berbahaya ketika uang dan kekuasaan bergandengan mesra  tanpa ada kontrol dari rakyat sebagai pemegang kedaulatan Negara.  Sangat mengerikan dan miris ketika kita tahu permainan busuk para mafia dalam kasus korupsi mulai dari permainan suap di Ditjen Pajak yang melibatkan Gayus dkk, Kasus Century yang tidak jelas juntrungnya , Kasus Hambalang yang sekarang sedang naik daun dan mendapat rating tinggi di kalangan media elektronik dengan dijebloskannya Anas ke penjara KPK, dan masih banyak lagi kasus lainnya seperti kasus impor sapi yang melibatkan oknum petinggi partai PKS,kasus simulator yang melibatkan sorang jenderal polisi aktip, Kasus SKK Migas, Kasus tangkap tangan KPK yang melibatkan Akil Mochtar sebagai Ketua MK dan sederet kasus korupsi lainnya.

Akhir ceritera, rakyat saat ini menjadi kebingungan dan benci dengan segala kebohongan para pengusaha hitam, politisi busuk  dan para penguasa/pejabat publik yang berkolusi dimana uang menjadi kekuatan dalam permainan politik baik dalam proses seleksi di PILKADA maupun dalam proses seleksi jabatan yang melibatkan DPR RI.

Semakin rapuhnya rasa nasionalisme dikalangan pemimpin atau tepatnya pimpinan formal bangsa dan para politisi hitam  yang ditambah dengan sikap hidupnya yang serakah, tamak, rakus dengan gaya hidup hedonis, konsumtip dan memuja kenikmatan sesaat yang sesat seperti narkoba, seks instan, gaya hidup super mewah dll telah menjerumuskan bangsa yang kita cintai kedalam kubangan hutang yang semakin dalam dan melebar, terbukti menurut beberapa sumber utang luar negeri kita telah menembus 2.350 trilyun rupiah dan selama periode kepemimpinan ke-dua SBY telah menambah pundi pundi utang negara sebesar 250 trilyun, angka fantastis dan hebatnya tak ada komplain dari pihak legislatip (DPR).

Politik di negeri ini telah menjadi sangat hiruk pikuk dan bising dengan iklan politik yang gencar dari partai maupun beberapa kandidat presiden di televisi (terutama yang kepunyaan mereka sendiri), konflik yang dilakonkan  oleh para politisi  yang mengemuka di berbagai media, belum lagi bertebaran bendera partai dan baliho para caleg yang menurut penglihatan saya secara sederhana sangat tidak efektip untuk menaikkan dalam mendulang maupun mendongkrak suara. Rakyat yang sebagian besar masih buta politik tidak dicerdaskan namun justru dijadikan mainan para politisi dengan memberi kesempatan kandidat presiden dari kalangan yang justru tidak layak untuk diajukan sebagai capres karena kapasitas, wawasan kebangsaannya yang masih diragukan, cenderung sektarian, hanya bermodal ketenaran, dan ada juga yang masih tersangkut berbagai kasus yang merugikan masyarakat yang sampai saat ini masih belum ada penyelesaiannya dan sayangnya para kandidat presiden yang mencalonkan atau dicalonkan bukan didasarkan pada rekam jejak yang telah diperbuat dan dibuktikan yang menunjukkan kapasitas, integritas pribadinya dan kapabilitasnya.

Politik kita saat ini jauh dari santun, tidak terlihat cerdas, cenderung kasar dan  menghalakan segala cara untuk meraih kemenangan dan kekuasaan, termasuk dengan mem-bully dan melakukan kampanye hitam terhadap seorang yang potensial dan didukung sebagian rakyat  yang  telah diakui rekam jejaknya terutama dari luar negeri seperti JOKOWI.

Saatnya gonjang ganjing politik harus diredam dan pengembangan demokrasi yang dijalankan saat ini harus benar benar mendasarkan pada kepentingan politik yang sehat untuk mensejahterakan rakyat yang memilihnya.

Politik harus kembali di-sucikan, dijadikan alat untuk memperoleh kekuasaan demi kesejahteraan rakyat, bukan sekedar permainan patgulipat antara penguasa dan pengusaha untuk mengkadali rakyat dan semakin menambah pundi pundi kekayaan para petualang dan mafia politisi. Politisi harus lebih peka dan peduli jeritan hati rakyat yang memilihnya, bukan hanya menjadikan rakyat sebagai lumbung suara dan setelah terpilih kemudian tinggal ongkang ongkang kaki menunggu transfer sebesar lebih dari 50 juta untuk para anggota DPR RI setiap bulannya, sementara TKI/TKW yang mengadu nasib semakin bertambah karena terbatasnya lapangan kerja dengan upah yang layak di negeri sendiri dan tidak sedikit yang menjadi korban kekerasan baik fisik maupun seksual. Saatnya menjadikan warga Indonesia tidak lagi menjadi budak di negeri orang apalagi di negeri sendiri.

Entry filed under: Sosial. Tags: .

Selamat memasuki Tahun Baru 2014 Dicari, PRESIDEN Republik Indonesia yang merakyat, nasionalis dan visioner

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Januari 2014
S S R K J S M
« Des   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Tamu Adikarsa

  • 49,101 pengunjung

Klik tertinggi

  • Tak ada

%d blogger menyukai ini: