Panganku sehat, sehat hidupku, kuat pula negeriku

Maret 13, 2014 at 2:58 am Tinggalkan komentar

Kehidupan yang kita lakoni di jaman modern saat ini, ternyata semakin lama semakin dimudahkan dengan adanya perkembangan teknologi informasi untuk memperoleh sesuatu baik itu berupa informasi melalui pencarian lewat “Mbah Google”.

Dalam hal ketersediaan pangan, kita juga dimudahkan dengan adanya perkembangan teknologi pangan untuk memenuhi kebutuhan akan makanan dan minuman seperti tersedianya makanan kalengan siap saji, “junk food” dan beragam jajanan instan, maupun minuman instan dll.

Kita sering terlena oleh kemudahan, kecepatan  dan nikmatnya mengkonsumsi makanan &minuman  cepat saji dan awetan sehingga seringkali kita terjebak untuk kecanduan  makanan & minuman yang nikmat meski kita tahu pasti akan mengakibatkan datangnya penyakit di badan kita karena dalam makanan & minuman tersebut terkandung bahan  pengawet, pewarna, soda  dan penyedap rasa.

Kebiasaan pola makan kita ternyata secara tidak disadari juga telah mengabaikan kesehatan tubuh dan seringkali terjebak dalam kecanduan yang tak berujung. Kita mudah lupa untuk terus “JAMU” alias Jaga Mulut, dan harus mengkonsumsi makanan dan minuman yang “nikmat namun tanpa mengalahkan kesehatan”.

Harga makanan ringan alias jajajan/snack dan minuman pabrikan yang terjangkau dan murah dibanding mengkonsumsi buah rasa asli maupun jajanan “pasar” buatan tangan para ibu telah membuat banyak anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa terjebak dalam kecanduan makanan yang banyak mengandung bahan kimiawi berbahaya yang jika dikonsumsi secara terus menerus akan terakumulasi dan berakibat mendatangkan banyak penyakit dalam jangka panjang . Artinya secara sadar kita telah membiarkan satu generasi penerus bangsa kita yakni anak anak kita untuk diracuni sejak usia dini melalui jalan mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat.

Kebiasaan lama masyarakat seperti menumbuhkan sisa sisa biji dari buah buahan yang kita santap dan kemudian menanamnya, juga menanam sayuran di halaman sudah telah dilupakan serta dianggap kuno/ ketinggalan jaman, selain karena terbatasnya lahan di perkotaan, juga karena masyarakat kita telah berpindah dari masyarakat agraris yang lebih banyak berperilaku sebagai produsen menjadi masyarakat konsumtip yang hanya tinggal membeli produk pertanian yang dibutuhkan tanpa mau repot untuk menanamnya sendiri.

Akibatnya, ketika harga buah dan sayuran organik atau alami menjadi lebih mahal, maka sebagian besar masyarakat kita lebih tertarik untuk berpindah mengkonsumsi pangan dari budidaya revolusi hijau yang banyak mengunakan pupuk dan pestisida pabrikan yang sebenarnya jika tidak hati hati dalam memproduksinya dapat terpapar racun yang membahayakan konsumen.

Selain itu, kecenderungan akhir akhir ini  untuk mengkonsumsi buah dan sayuran impor karena murah harganya seharusnya patut diwaspadai, karena dalam proses produksi sampai pengemasannya pastilah banyak menggunakan pestisida untuk menjaga dari kerusakan dan menjadikannya lebih awet.

Kebiasaan masyarakat kita untuk mencari jalan pintas dengan mengkonsumsi buah dan sayur impor yang murah harga serta tampilan kemasannya yang menarik sebenarnya sangatlah tidak nasionalis karena berarti konsumen yang nota bene warga negara Indonesia sudah tidak lagi peduli pada kehidupan petani kita sendiri sebagai produsen buah dan sayuran yang menggantungkan hidupnya dari hasil pertaniannya.

Pola hidup sehat dengan mengkonsumsi pangan sehat seharusnya menjadi kepedulian kita semua, jika bangsa ini mau tetap sehat sehingga menjadi bangsa yang maju dan kuat dan keuntungan lainnya adalah pemerintah tidak lagi butuh banyak dana membiayai rakyatnya untuk penyembuhan dari penyakit dan derajat kesehatan masyarakat kita akan semakin tinggi sehingga berdampak pada semakin tingginya tingkat produktivitas rakyat Indonesia.

Pola pangan hidup sehat dan bersih harus terus disosialisasikan, meski kita tahu di tahun ini telah ada BPJS Kesehatan yang menjanjikan kemudahan karena adanya berobat gratis bagi masyarakat yang telah mendaftar. Meski demikian, alangkah baiknya jika yang diutamakan bukannya proses penyembuhan dari sakit, tetapi melakukan tindakan preventip untuk mencegah jatuh sakit, salah satunya dengan menerapkan pola konsumsi pangan sehat.

Mari kita terus menerus mengkonsumsi pangan yang sehat yang dihasilkan dari bumi tercinta Indonesia karena kemurahan alam negeri kita sendiri serta dedikasi yang luar biasa dari para petani yang telah mau dan mampu menyiapkan dan menjaga kedaulatan pangan kita yang sehat.

Dengan mengkonsumsi pangan sehat produksi negeri sendiri, kita secara tidak langsung telah meningkatkan ketahanan ekonomi bangsa kita, memberi harapan hidup pada petani untuk keberlanjutan hidup keluarganya serta tak kalah penting menjaga kelestarian lingkungan hidup dan lahan pertanian kita dari pencemaran bahan bahan kimia yang berbahaya bagi kelangsungan hidup kita sebagai sebuah bangsa dan negara yang kuat.

Mari terus mengkonsumsi pangan sehat, sehat hidupku dan kuat pula negeriku.

Entry filed under: Pangan. Tags: .

PEMILU, Antara JANJI – JANJI & ILUSI ? Beberapa permasalahan ditingkat petani dalam pengembangan program Rantai Pertanian Berkelanjutan (PB) yang mampu mendukung terciptanya keadilan dan perdamaian, siapa yang mau peduli?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Maret 2014
S S R K J S M
« Jan   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Tamu Adikarsa

  • 49,101 pengunjung

Klik tertinggi

  • Tak ada

%d blogger menyukai ini: