Archive for Mei, 2014

Surat terbuka untuk Para Pelaku Penyerangan Yogya (tanggapan untuk POLRI atas penyerangan terbaru di Yogyakarta)

Wahai saudara-ku sebangsa dan setanah air
Sebagai sesama anak bangsa Indonesia tercinta
Marilah kita menjauhkan dari tindakan anarkis
Menghentikan tindak kekerasan yang tak berujung
Mereka yang kau aniaya adalah manusia ciptaan-NYA
Sesama anak bangsa yang berdasar pada Panca sila
Bukan segolongan binatang atau sebangsa anjing
Untuk binatang-pun tak sepantasnya kau lakukan

 

Wahai saudara-ku sebangsa dan setanah air
Seandainya engkau ingin melawan kebatilan, maka;

Lawanlah mereka para mafia koruptor jahanam
Yang telah menyengsarakan banyak sekali warga
Yang membuat banyak balita mati sia sia kurang gizi
Yang membuat negeri ini semakin miskin dan berhutang

Lawanlah mereka para mafia bandar narkoba
Yang telah memupus harapan para kaum muda
Sehingga mereka terpaksa mati sia sia di usia muda

Lawanlah mereka para mafia peradilan kita
Yang telah menukar & menjual rasa keadilan
Dan menggantikannya dengan uang suap

Lawanlah mereka golongan para politisi busuk
Yang telah membusukkan harapan rakyat kecil
Dengan korupsi berjamaah untuk memperkaya diri
Dan plesiran ke luar negeri berkedok studi banding

Lawanlah mereka para mafia pertambangan
Yang menjadikan lahan gersang bagaikan tak bertuan
Dan membuat warga lokal merana dalam hidupnya
Karena lingkungan mereka rusak porak poranda

Lawanlah mereka para mafia pemusnah hutan/illegal loging
Karena mereka telah menghancurkan sumber kehidupan
Beberapa suku asli anak negeri yang menggantungkan hidupnya
Pada kelestarian hutan sebagai tempat habitat hidupnya
Yang menyebabkan banjir & longsor di pelosok nusantara

Lawanlah mereka para mafia perdagangan manusia
Yang telah merenggut kegadisan dan kemerdekaan
Para gadis muda desa yang tak tahu ganasnya mereka
Yang telah menyekap bagaikan para budak belian

Dan masih banyak lagi PR negeri yang harus diselesaikan
Mari kita stop jalan kekerasan dalam segala bentuknya
Kita gantikan dengan kelembutan hati & kebersamaan
Sebagai sesama anak negeri yang bernama INDONESIA

 

Iklan

Mei 30, 2014 at 6:44 pm Tinggalkan komentar

Kemerdekaan Indonesia jilid II

Untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia jilid I
Kita membutuhkan banyak pahlawan revolusi
Sehingga kita bebas dari penjajahan bangsa lain
Untuk mewujudkan Kemerdekaan Indonesia jiid II dari ;
Kemiskinan,kebodohan, kematian balita sia sia
Mencerdaskan bangsa, mejaga budaya luhur kita
Kita butuh banyak pahlawan revolusi mental bangsa
Karena ketika kita gegap gempita membangun fisik
Maka kita di jaman ORBA lupa membangun JIWA
Sehingga korupsi,kolusi dan nepotisme merajalela
Dalam lagu kebangsaan kita “Indonesia Raya”
Bangunlah JIWA-nya,baru Bangunlah BADAN-nya
Belum terlambat untuk lebih memilih ORANG BAIK
meminjam dari perkataan Bapak Anis Baswedan
Menjadi pemimpin negeri ini ke depan pada PILPRES
Untuk Indonesia yang LEBIH BAIK dan lebih baik lagi

 

Mei 28, 2014 at 2:59 pm Tinggalkan komentar

Pilih mana, Capres & Cawapres yang didukung “Koalisi Ramping Profesional- Merakyat atau Koalisi Tenda besar Merah Putih” ?

Pilpres sudah diambang pintu tinggal menghitung hari, sementara persaingan memperebutkan kursi kepresidenan sudah dimulai dengan berbagai cara yang dilakukan oleh timses masing masing untuk menyusun startegi pemenangan.
Berbagai analisa para pengamat semakin banyak dijumpai di media tv yang sayangnya juga tidak bisa netral karena masing masing koalisi memanfaatkan media yang dimilikinya untuk memenangkan koalisi yang didukungnya.
Tidak mudah bagi rakyat untuk memilih pasangan Capres & Cawapres karena masing masing pihak timses selalu mencari jalan untuk menyampaikan informasi yang menguntungkan pihak yang didukungnya, dan yang sangat disayangkan banyak partai politik kita yang terjebak dalam politik transaksional demi mengejar ambisi untuk dapat menduduki jabatan dan dapat terus berkuasa meski kita semua tahu bahwa kekuasaan yang ditangannya tidak lagi dipersembahkan untuk kesejahteraan rakyat, namun lebih bagaimana mengamankan kepentingannya serta menumpuk sebanyak banyaknya kekayaan/harta benda.
Sebenarnya dalam memilih Capres – Cawapres, kita harus mendasarkan pada kriteria yang diharapkan mampu mensejahterakan rakyat melalui visi, misi dan program kerja selama 5 tahun menjabat dan juga mendasarkan pada rekam jejak prestasinya yang menunjukkan cara pandangnya,kapabilitas,kompentensi, integritas pribadi serta untuk mengetahui apakah sebelumnya Capres &Cawapres mempunyai masalah terkait hukum baik berupa korupsi,nepotisme,kolusi atau juga pelanggaran hukum lainnya seperti tindak kriminal dsb.
Rakyat saat ini dihadapkan pada dua kubu yang sangat kontras yakni Koalisi Ramping Profesional-Merakyat versus Kolaisi Tenda Besar Merah Putih sehingga dengan pembedaan yang sangat nyata sebenarnya lebih memudahkan rakyat untuk menentukan pilihan, meski kedua pihak sama sama memakai baju warna putih namun beda jumlah saku.

Secara pribadi saya tetap memilih pemimpin dengan mendasarkan pada kriteria ;

 Kepribadian dan integritasnya yang tercermin dari sifat kejujurannya, kesederhanaannya yang tanpa polesan dan pencitraan serta apa adanya meski terlihat lugu dan kurang meyakinkan, tidak arogan tetapi dekat dan dapat disapa langsung oleh rakyat kebanyakan, yang terlihat ramah meski tidak terlihat gagah dll.
 Anti kekerasan terhadap rakyat sendiri melalui pembangunan yang mengedepankan kemanusiaan dan dilakukan secara partisipatip dengan solusi yang tak bikin emosi rakyat meledak, mampu melakukan rekonsialisi dan rujuk nasional, mampu menjadi penengah dalam berbagai konflik yang melanda negeri ini.
 Mau dan mampu membangun ekonomi kerakyatan melalui penataan PKL, pembangunan pasar tradisional berstandar mall/supermarket,menggunakan produk dalam negeri untuk mengurangi serta kedepan menghilangkan ketergantungan pada impor dalam memenuhi kebutuhan rakyat melalui kerja sama dengan propinsi lain untuk membeli produk bangsa sendiri karena kita merupakan negara yang berdaulat baik dalam hal pangan, energi,budaya, ekonomi dll.
 Mau berteman dengan siapa saja termasuk lawan politiknya, yang tidak mau membalas meski diejek dengan berbagai puisi yang menyakitkan, yang terbebas dari sikap diskriminasi SARA.
 Mau bekerja membangun negeri ini dengan ketulusan dengan mau datang ke berbagai pelosok nusantara meski membutuhkan waktu dan energi yang besar.
 Mampu bergaul dan diterima dikalangan internasional .

Saatnya rakyat berdaulat untuk menentukan pilihan memilih Presiden dan Wakil Presiden yang akan menjadi nahkoda bagi kapal bernama Indonesia dengan selalu menerapkan sila sila Panca Sila sebagai dasar negara untuk mampu menuju dan berlabuh di pelabuhan Indonesia RAYA yang adil, sejahtera dan damai.
Salam untuk sesama anak bangsa yang rindu perubahan mendasar.

Mei 24, 2014 at 6:18 am Tinggalkan komentar


Kategori

Mei 2014
S S R K J S M
« Apr    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Tamu Adikarsa

  • 53,619 pengunjung

Klik tertinggi

  • Tidak ada